” BarakAllahu Lakuma – Maher Zain”

Jumat, 24 Desember 2010





We’re here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

From now you’ll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter

Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

بارك الله
بارك الله لكم ولنا

الله بارك لهما
الله أدم حبهما
الله صلّي وسلّم على رسول الله

الله تب علينا
الله ارض عنا
الله اهد خطانا
على سنة نبينا
Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما

وجمع بينكما في خير
Read More..

*_Be The Fairy Dunia dan Akhirat_*


Pernahkah terlintas dalam hatimu ya ukhti, saudariku muslimah untuk menjadi bidadari di dunia dan diakhirat nanti?.Pernahkah kau membayangkan betapa cantik dan anggunnya ia, menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa. Pernahkah engkau mengangankannya? Pernahkah engkau mengimpikannya? Tidakkah hatimu tergerak untuk segera meraihnya? Sesungguhnya bidadari dunia adalah ia para wanita yang shalihah, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia. Sosok yang merindukan keridhaan Allah dan rasul-Nya
Selalu terbayang dalam pelupuk matanya surga yang dijanjikan Allah menantinya dari pintu manapun ia suka, ia bisa memasukinya. Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan.
Read More..

*_Di Pinang_*



Sabar dalam penantian
Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?
Read More..

*_Be Cewek Sholeha dunk..!!!_^


Ciri-ciri Wanita Sholehah
Posted by: adam on: 3 November 2007
In: Uncategorized Comment!
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah Subhanahuwata’ala
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
Read More..

*_Berkebun untuk Hasilkan Listrik_*




Gambar simbol energi hijau
Tanaman menyerap energi matahari, kemudian meneruskannya pada bakteri yang membangkitkan listrik amat lemah. Eksperimen yang dilakukan adalah mengembangkan lebih lanjut teknik sel bahan bakar untuk pembangkit energi.

Di atap gedung pusat riset Universitas Wageningen di provinsi Gelderland, Belanda, dilakukan riset yang tidak lazim. Di bagian tepian atap terlihat dua bak berbentuk segiempat sama sisi yang masing-masing memuat 12 ember plastik berisi air dan lumpur. Di dalamnya para ilmuwan membudidayakan berbagai jenis rumput dan tanaman air lainnya. Tapi bukan budidaya tanamannya yang menjadi tema utama riset di Universitas Wageningen ini, melainkan simbiose antara tanaman dan bakteri untuk pembangkitan energi.

Berdasarkan Teori Lama

David Strik, pakar biokimia yang melakukan penelitiannya menjelaskan, "Kami di sini memiliki tanaman dan bakteri yang bekerjasama. Prinsipnya dapat diterangkan secara sederhana. Tanaman lewat fotosintesa memproduksi unsur Karbon, dan meneruskan hingga 40 persen unsur organik ini ke dalam tanah. Di sana hidup bermacam mikro-organisme, bakteri dan jamur yang hidup dari unsur organik dari tanaman itu. Kami membuat baterai biologis, dengan menancapkan dua elektrode, di lokasi di mana bakterinya tumbuh dan dapat memproduksi listrik."

Para ilmuwan di Belanda itu menerapkan pengetahuan yang sudah berumur setengah abad. Yakni, semua organisme dalam proses pencernaannya atau tepatnya dalam pembakaran glukosa di dalam tubuhnya, membangkitkan energi listrik lemah. Mayoritasnya dimanfaatkan untuk proses metabolisme tubuh sendiri.

Memanfaatkan Bakteri

Akan tetapi pada bakteri terjadi hal yang berbeda. Biasanya bakteri melepaskan energi listrik ini kepada Oksigen yang ada di udara. Dalam kondisi an-aerob atau tidak ada Oksigen, bakteri akan mencari unsur lainnya untuk menerima pelepasan energi listrik yang berlebihan dari hasil pencernaannya. Proses itu ditemukan oleh para ilmuwan dari Universitas Greifswald beberapa tahun lalu. Mereka kemudian mengembangkan apa yang disebut sel bahan bakar mikroba MFC.

Bakteri dalam sel bahan bakar mikroba hidup dalam sebuah larutan yang mengandung bahan makanan. Ke dalamnya dimasukkan dua elektroda. Bakteri hanya melepaskan energi listrik yang berlebihan langsung ke kutub negatif atau anoda. Listriknya kini dapat disalurkan. Namun pada sel bahan bakar mikroba MFC juga berlaku dalil, output tidak dapat lebih besar dari input. Dengan kata lain, agar pemasokan listrik berlangsung stabil dan kontinyu, bakterinya haru terus menerus diberi makan. Inilah tugas dari rumput yang ditanam di dalam ember yang ditempatkan di atap universitas Wageningen. Tanamannya tumbuh dalam larutan bahan makanan, dan menjamin pasokan glukosa secara kontinyu.

"Apa yang kami buat, pada dasarnya adalah sel pembangkit energi matahari alami. Tanaman menyerap energi matahari, dan meneruskannya kepada bakteri yang pada gilirannya memproduksi listrik. Jadi kami dipasok listrik 24 jam dalam sehari. Jika bakterinya masih ada, listrik terus diproduksi. Musim dingin tahun lalu, semuanya membeku dan seluruh sistemnya tidak berfungsi. Tapi segera setelah mencair lagi, listrik kembali ada," demikian dijelaskan David Strik.

Rencana Selanjutnya

Akan tetapi kapasitas pembangkitan listriknya sedikit berfluktuasi, tergantung dari kondisi hari, cuaca dan jenis tanamannya. Sebab setiap jenis tanaman memicu persyaratan kehidupan yang berbeda-beda untuk bakterinya. Daya listrik terbesar selama ini dibangkitkan oleh sejenis rumput yang biasanya tumbuh di tepian sungai atau kawasan perairan. Para peneliti mengamati, juga tanaman padi merupakan pembangkit energi yang cukup bagus.

"Setiap meter perseginya saat ini memproduksi 0,2 watt. Kami pikir dalam waktu tiga tahun ke depan dapat direalisasikan pembangkitan tiga watt per meter perseginya. Apa yang dapat kita lakukan dengan itu? Tiga watt adalah daya yang tepat, yang diperlukan untuk mengisi kembali aku telepon seluler," dikatakan David Strik.

Juga para peneliti energi memberikan gambaran pemanfaatan berikutnya dari arus listrik lemah yang dibangkitkan sel bahan bakan mikroba MFC. Misalnya untuk mengoperasikan penerangan dari diode emisi cahaya LED. David Strik menegaskan, ia akan memasarkan dan menjual hasil penelitian dan pengembangan ini. Ia telah mengambil alih patennya dari Universitas Wageningen dan mendirikan sebuah perusahaan swasta kecil bernama Plant-E. Rencana besarnya adalah, menanami seluruh permukaan atap Univerisat Wageningen dengan tumbuhan, untuk dapat membangkitkan listrik. David mengatakan, jika itu terwujud, maka untuk pertama kalinya diproduksi listrik paling hijau di dunia.
Read More..

*_Paru-2 Dunia_*


Seri Hutan Indonesia



Indonesia memiliki kawasan hutan terbesar ke-tiga di dunia dan separuh cakupan lahan gambut di dunia. Namun disayangkan, Indonesia juga merupakan salah satu negara pe- nyumbang emisi terbesar, akibat deforestasi dan degradasi hutan serta lahan gambut. Setiap tahunnya, rata-rata lebih dari satu juta hektar tutupan hutan menghilang.

Qt mengajak Anda untuk mengenal berbagai masalah yang berhubungan dengan kondisi dan politik perhutanan serta dampaknya bagi lingkungan.

Sekolah Orangutan di Bukit Tigapuluh
Program reintroduksi atau sekolah orangutan, tempat di mana orangutan sitaan yang sudah terbiasa hidup dengan manusia belajar bagaimana cara bertahan hidup di alam liar.

Abrasi Pantai Utara Jawa
Kerusakan lingkungan yang dialami pesisir utara pulau Jawa, makin lama makin parah. Yang jadi musabab terutama adalah abrasi, pengikisan daratan oleh laut.
Kerajaan Kupu-kupu Bantimurung
Tidak ada penelitian yang membuktikan adanya kepunahan spesies kupu-kupu di Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tapi banyak orang menyatakan populasi berkurang.

Rusaknya Rumah Gajah Borneo
Gajah Borneo (Elephas Maximus Borneensis ) yang juga disebut Gajah Kerdil Kalimantan, akhir-akhir ini menampakan diri ke pemukiman warga kecamatan Sebuku, Kalimantan Timur. Padahal dulu eksistensinya pun diragukan.

Rehabilitasi Lahan Kritis di Biak
Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan atau Gerhan, sejak 2004 dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor-Provinsi Papua. Meski begitu, jumlah areal hutan kritis di Biak terus bertambah.
Read More..

*_Ilmuwan Islam_*


Salman Al Farisi dikenal sebagai seorang seorang ulama yang berpengetahuan luas. Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad saw, dan dikenal dengan nama Abu Abdullah di kalangan para sahabat lainnya.

Beliau berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Ia adalah anak kesayangan ayahnya, seorang bupati di daerah itu. Salman mulanya adalah penganut Majusi yang taat hingga ia diserahi tugas sebagai penjaga api. Ketika menganut agamanya itu, ia mengalami pergolakan batin untuk mencari agama yang dapat menetramkan hatinya.

Suatu saat ia melewati sebuah gereja nasrani. Di dalamnya orang-orang nasrani sedang beribadah. Ia masuk ke dalam gereja itu dan memperhatikan apa yang mereka kerjakan, Salman menjadi kagum. Ia pun bertanya tentang asal agama mereka yang ternyata berasal dari Syria. Salman menceritakan hal ini kepada ayahnya dan mengatakan bahwa upacara kaum nasrani sungguh mengagumkan, lebih baik dari agama Majusi yang mereka anut. Lalu terjadilah diskusi antara Salman dan bapaknya, yang berujung masuknya Salman ke agama nasrani walau ditentang ayahnya. Ia pergi ke Hijaz, namun di sana ia ditangkap dan dipenjara.

Kepada orang-orang nasrani, Salman memberitahukan bahwa ia telah menganut agama mereka dan berpesan agar ia diberitahu jika ada rombongan dari Syiria yang datang. Setelah permintaannya dipenuhi ia pun meloloskan diri dari penjara dan bergabung dengan rombongan tersebut ke Syiria. Di Syiria ia tinggal sebagai pelayan bersama dengan seorang Uskup untuk belajar agama yang baru ia anut. Salman sangat mencintainya dan ketika menjelang wafat ia menanyakan kepada sang Uskup siapa yang harus ia hubungi sepeninggalnya. Lalu orang tersebut menceritakan tentang masa itu yang ternyata sudah dekat dengan kebangkitan seorang Nabi pengikut agama Ibrahim yang hanif, beserta tanda-tanda kenabian yang ada padanya termasuk tempat hijrahnya.

Suatu hari lewatlah rombongan berkendaraan dari jazirah Arab. Salman minta agar mereka mau memintanya membawa pergi ke negeri mereka dengan imbalan sapi-sapi dan kambing-kambing hasil jerih payahnya sebagai peternak. Permintaan tersebut dikabulkan. Namun ketika sampai di negeri yang bernama Wadil Qura, rombongan tersebut menganiaya Salman dan menjualnya kepada seorang Yahudi sebagai budak. Setelah beberapa lama, Salman dibeli oleh seorang Yahudi lain dari Bani Quraidhah dan dibawa ke Madinah. Sesampainya di Madinah Salman pun akhirnya yakin bahwa negeri ini adalah sebagaimana yang disebutkan kepadanya dulu.

Setelah mendengar kedatangan Rasulullah saw yang hijrah ke Madinah, Salman pun datang menjumpai beliau beberapa kali, dan ia mendapatkan semua tanda-tanda kenabian yang pernah diceritakan kepadanya. Hal ini membuat Salman yakin akan kebenaran Rasulullah saw dan menyatakan keislamannya. Namun statusnya sebagai budak telah menghalangi Salman untuk turut serta dalam perang Badar dan Uhud. Dengan bantuan finansial para sahabat, Salman pun akhirnya berhasil ditebus dan dimerdekakan.

Ketika terjadi perang Khandaq, kaum Muslimin di Madinah diserang oleh kekuatan gabungan anti Islam dari luar dan dari dalam. Pasukan Quraisy dan Ghathfan menyerbu Madinah dari luar sedangkan Yahudi Bani Quraidhah menyerang dari dalam. Melihat kondisi ini Salman menyarankan strategi perang Persia yang asing bagi bangsa Arab, yakni penggalian parit sepanjang daerah terbuka mengelilingi kota. Melihat ini, pasukan kaum kafir yang hendak menyerbu Madinah merasa terpukul dan dipaksa berkemah di luar kota Madinah hingga pada suatu malam Allah mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan mereka.

Salman adalah seorang yang taqwa, cerdas, dan bersahaja. Kendatipun dari golongan kelas atas dan seorang putera Persia, negeri yang terkenal dengan kemewahan, namun ia amat zuhud kepada dunia. Ketika menanti ajal, Sa'ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya dan ia dapati Salman menangis, teringat pesan Rasulullah saw: "Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara", sedangkan ia merasa hartanya masih banyak. Sa'ad mengatakan : "Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom."

Sekelumit kisah sang pencari kebenaran Salman Al Farisi ini mengandung banyak pelajaran. Kecintaan dari ayah, kedudukan terhormat sebagai anak pembesar dan penunggu api, serta kehidupan yang berkecukupan tidaklah menjadi tujuan tertinggi hidupnya. Kendatipun belum menjadi seorang muslim, Salman seakan memiliki pribadi yang hanif dengan fitrah yang bersih.

Dalam pencariannya itu, Salman mampu bersifat objektif dan mau mengakui kekurangan agama Majusi yang dianutnya dibandingkan agama nasrani yang kemudian dipeluknya. Ia pun tak segan-segan masuk Islam ketika Rasul yang ditunggu-tunggunya tiba. Salman merasa sangat bahagia memeluk agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Ia yakin bahwa kebenaran adalah dari Allah swt, dan ajaran Islam lah yang patut diikuti sekaligus mampu menentramkan hatinya. Wallahu'alam.
Read More..
Assalamu'alaikum Cinta...