The East Javanese Unique Accent
East Javanese people have so many cultures that really distinctive in Indonesia. One of the cultures is the language. There are different languages in every part of East Java with a unique accent and meaning, too. There are three parts of East Java that have different accents. For instance, west area, central area, and east area which those will be interesting to know.
The first part is called west area or “Mataraman” zone. “Mataraman” area includes residency of Madiun, Kediri, and the other suburbs around them, they have similar accent to produce word. Concerning the phenomenon of East Java unique accent that the more to west the more polite the dialect. It is caused by the influence of “Keraton” area in the nearest province, Central Java. They use dialect which is similar with Central Java accent. The citizens mostly use polite phrase in making conversation. Most of the societies also apply the distinct word in their daily chat. For instance is the term “Tho” that they usually use in the end of sentences. The other example is the word “Peh” which is used in the beginning of phrase.
The next part named central area which consists of Jombang, Malang, Surabaya, and the other cities circumjacent them. They also resemble in their accent which is known as “Jawa Timuran” dialect. The specific characteristics are egalitarian, talk turkey, and they often ignore the polite words that make a rude impression. However, it is creating an intimate fraternity around them. In addition, most of Surabaya society usually use the term “Cok” to call their close friend. It is really different with the previous area, because they think that this word has bad meaning and rude word. Meanwhile, for someone who lives in this area it is common to mention that word in their daily conversation. The other one is the citizens of Malang which is using the word in reserve order or named “Osob Kiwalan”. For instance, they mention “Malang” as “Ngalam”, “Arek” as “Kera”, and etc.
The last part is East area that resides in different island called Madura. Madura which consists of four cities, such as Bangkalan, Sampang, Pamekasan, and Sumenep has distinctive accent and vocabulary but similar understanding. For examples they mention word “you” with various term such as “kakeh” = “sedeh” = “ba'na” = “ba' ang” = “dhika” = “sampeyan” = “panjhenengan”, and many others. Madura has specific characteristic words which sound of an explosion when they say something. For instance, “tera’” it means bright, “lagghu’” or tomorrow, and etc. Another specific characteristic is a word which includes two consonants such as “pagghun” or permanent, “ketthang” or monkey, and so on. In addition, they use three levels of language to produce every sentence. The first level is “Enja’-Iyah” or rude terms that they use for daily conversation with the same age or someone who is younger than them. The second is “Enggi-Enten” or the intermediate terms which is used for making a chat with someone who is older than them but has a similar social acceptability, but usually they are used for making conversation with someone who is unknown well. The third is “Enggi-Bunten” or polite word that they use for making conversation with someone who reputably. In the other word, the citizens of Madura have to obey those roles, they will be judged as uneducated ones if they step out of line.
In fact, East Javanese have so many various accents that we will ever hear. For this reason, in my opinion as an East Javanese we have to confess that we have many kinds of unique accents and we must save it. Keep them alive and do not let them go. Finally, I think we also have to know more that not only East Java but also the others province in Indonesia have a unique dialect in their daily live.
Read More..
Kamis, 20 September 2012
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
23.44
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Let's write
Welcome To My Life
Senin, 19 Desember 2011
Bismillahirrahmaanirrahiim. Semua berawal dari hari Rabu tanggal 26 Mei 1993 tengah malam menjelang dini hari. Aku Nila Husniah telah lahir dari rahim ibu Luluk Mahruzatin yang sebelumnya telah berada dalam kandungan selama 11 bulan, hehehe... (^_^) betapa krasannya diriku didalam rahim ibuku. Aku bangga dengan ibuku, karena begitu gigihnya merawatku sehingga di usiaku yang masih 1 tahunan aku dapet juara balita sejahtera Indonesia yang diadakan indomie kala itu.
Dimasa kecilku sekitar umur 3 tahunan aku adalah seorang anak yang ceria, cerewet, imut, dan gendut. Aku sering sekali ditanggap nyanyi ringan, joget, dll. Memasuki umur 4 tahun, hal yang masih membekas di benakku adalah kebiasaanku bermain sinetron dengan artis diriku sendiri dan semua imajinasiku yang terekam dari sinetron tontonanku ketika penghuni rumah tidak ada. Padahal, ibu selalu memprotect ku untuk tidak nonton sinetron, tapi aku selalu curi-curi kesempatan untuk sekedar mengobati penasaranku tentang kelanjutan sinetron favoritku, hehehe (^_^). Tak ketinggalan kemahiranku joget dimasa kecil masih terus berkembang juga, sampai-sampai karena sifat caperku yang berlebihan aku pernah dimarahi ibu dan uyutku karena aku joget-joget di barisan jama’ah yang sholat di musholla depan rumahku.
Ketika umur 5 tahun, Nila kecil adalah seorang anak yang bandel, dan mulai menyusut (nggak gendut lagi -.-”), sering main-main tanpa izin orang tua, dan sulit diatur. Sampai suatu ketika, karena jarangnya aku tidur siang dan keasyikan main-main, aku sering sakit-sakitan. Selain itu karena aku pecicilan, aku sering jatuh dari pohon, diatas ranjang sampai terkena gejala gagar otak. Pada waktu itu aku adalah anak paling kecil diantara lawan mainku, sehingga teman-teman sering membuat diriku sebagai bahan kalahan mereka, karena lingkungan itu juga yang menjadikanku membangkang dengan orang tua, tapi akupun kadang-kadang bisa menjadi bocah yang sangat manis ketika berada dirumah, biasalah... caper ma orangtua... (*_*). Di usia inilah orang tua mengajariku tentang agama yang ku percayai sampai saat ini, Islam. Mulai dari mengaji, menghafal surat-surat pendek, do’a-doa, dan sholat. Walaupun sebelumnya aku sudah dilibatkan dalam kegiatan ini di usia lampauku, tapi yang masih terekam kuat di memoriku adalah ketika usia 5 tahun.
Memasuki usia 6 tahun aku yang mulai menyusut jadi tambah kusam, karena seringnya main-main dengan teman-temanku. Di umur itu ibu sering sekali memarahiku, sampai-sampai aku merasa kalau beliau bukan ibu kandungku, dan sering sekali ketika ada gambar monster aku menyebutnya itu ibu, hohoho... -.-” betapa gilanya diriku saat itu, akan tetapi beriringan dengan berjalannya waktu yang membuatku semakin dewasa, aku sadar bahwa tak ada orang tua yang tak sayang kepada buah hatinya, semua yang kita rasa kepahitan itu adalah semata-mata proses pembentukan karakter untukku. Dimasa itu aku adalah penyuka persaingan baik antar memilih teman atau mempertahankan prestasi akademik dan non akademik.
Di usia 7 tahun, ibuku memutuskan untuk pindah rumah dikarenakan ibu pengen lebih deket aja ma ayah, karena selama 7 tahun ibu tinggal di Jombang dan ayah bertugas di Blitar sebagai guru SMP Negeri, jadi ayah hanya menengok kami satu minggu sekali atau waktu liburan saja, itulah mungkin yang menyebabkan ibu sering meluapkan kemarahannya kepada anak-anaknya, akan tetapi meskipun begitu kami anak-anaknya lebih dekat sekali dengan ibu. Di daerah baruku itu aku merasa akulah yang paling menonjol, karena kebetulan aku sekolah di daerah IDT dan sekolahku yang baru ini jauh berbeda sekali dengan sekolahku dulu, dan mulailah aksiku pilih-pilih teman pun dimulai, aku cenderung bergaul dengan teman yang berpenampilan menarik dan berekonomian lebih. Akan tetapi lama-kelamaan karena ayah dan ibu sering memeberi wejangan akan keburukan sifatku yang sering pilih-pilih teman dan tidak bisa bersikap sederhana, aku mulai bisa care dengan siapa saja.
Dimasa SD kurang lebih sekitar umur 8-11 tahunan lagi-lagi karena pengaruh sinetron, diriku yang dulu cenderung centil dan penyuka boneka mulai meniru tingkah pemain sinetron favoritku yang berperan sebagai anak tomboy, sampai-sampai banyak dari teman-temanku yang mendukung tentang itu, jadi aku tambah semangat menonjolkan ketomboyanku, hehehe (^_^). Mulai dari aktif ikut sepak bola sama temen-temen cowok, dan seringnya aku berkelahi dengan cowok karena melindungi temen atau adik laki-lakiku yang diusilin ma temennya. Akan tetapi aku pun tak sekuat lawan berkelahiku sehingga aku pun masih suka nangis kalau aku kena tonjokannya. Maka dari itu karena jiwaku yang sedikit menjadi “pahlawan kesiangan” itu aku sering sekali menjadi ketua kelas, ups!!! Selain itu karena kebetulan aku selalu juara kelas. Ohya, sebenernya bukan tomboy juga sih, karena meskipun begitu akupun juga masih bermain dengan temen-temen cewek dan bermain permainan gadis kecil pada umumnya, jadi lebih tepatnya mungkin pemberani.
Di usia 12-13 tahun tepatnya kelas VII MTsN, aku memilih untuk mondok di pesantren, karena aku pengen kaya’ mbakku yang sering dibanggakan ibu. Di usia dimana pada diriku mulai tumbuh bulu di daerah tertentu aku sempet drop di bulan-bulan pertama nyantren. Aku yang basicnya dari SD meskipun pernah nyambi di madrasah diniyyah dan tidak pernah jauh dengan orangtua walau meskipun dekat juga masih kurang mengerti arti sebuah keluarga, keberatan dengan pelajaran yang ada di pondok. Disaat itu aku mulai sadar apa pentingnya keluarga, hampir setiap satu minggu sekali aku izin sakit karena alasan nakalku kangen rumah. Dirumah, ayah dan ibu senantiasa membimbingku agar aku mampu mengikuti pelajaran pondok karena kebetulan ayah dan ibuku lulusan dari pesantren. Alhasil dengan berjalannya waktu aku pun mulai mampu menguasai pelajaran dan bertahan di tempat baruku.
Di pondok pesantren, ketika usiaku beranjak 14 tahun dan awal menstruasiku, aku mulai mengerti perawatan diri, sehingga aku yang kusam dan dekil, mulai mengerti apa itu kerapian. Di usia inilah aku pun mulai tertarik dengan lawan jenis dan tetap berpenampilan yang teman-teman bilang “tomboy”, tomboy yang dimaksud teman-temanku disini adalah suka teriak-teriak, gaya jalan dan aksesoris seperti cowok, penyuka sepak bola, dll. Dan anehnya mereka kaum adam tertarik denganku karena penampilanku yang unik itu. Tak jarang dari mereka yang mencoba mengubah penampilanku dan aku hanya bilang “belum saatnya”. Entah mengapa aku nyaman sekali dengan ketomboyanku itu. Di pesantren, teman-temanku pun mulai beragam, aku nyaman sekali hidup di pesantren, aku yang pertama kali masuk pesantren dengan berat badan 44-45 kg menjadi 50-51 kg, aku mulai mengerti kebersamaan, take and give dan disinilah mulai tumbuh dan berkembang bakat-bakat terpendamku yang alhamdulillah juga menuai prestasi yang membanggakan sampai tumbuh pula kecintaanku dengan organisasi yang membuatku tidak pacaran seperti teman-temanku yang lain. Meskipun pada hakikatnya di usia ini aku mulai tertarik dengan lawan jenis dan sebaliknya tapi aku memilih bertahan untuk jomblo. Dan kejombloanku ini bertahan sampai usia ke 17 tahunku.
Tarrraaaa..., dan inilah masa-masa yang paling berkesan bagiku (^_^), beranjak usia 16 tahun, aku tetap istiqomah dengan ketomboyanku dan aku mengaplikasikannya dengan mengikuti organisasi pecinta alam di Madrasah Aliyah Negeri. Walaupun begitu, aku sadar layaknya seorang perempuan aku tetap memperhatikan penampilanku dengan berusaha mengurangi berat badanku dan mencoba memakai bedak meski masih bedak tabur cusson. Di Madrasah Aliyah pun teman-temanku mulai beragam dan kebetulan aku menemukan teman se-hobi walau sering beda pendapat dan kami pun bersahabat sampai sekarang. Di akhir usia ke 16 tahun aku mulai sadar untuk segera merubah diri menjadi benar-benar seorang peremuan (^_^). Perubahanku dimulai ketika aku memutuskan untuk memakai rok pada waktu sekolah (ket: sebelumnya kebijakan sekolah kami adalah siswi harus memakai celana). Awalnya banyak sekali teman-teman yang keget dan sesekali nyeletuk “hweii.., premannya tobat”, aku pun hanya tersenyum menanggapi celotehan mereka. Akan tetapi meskipun aku udah mau memakai rok ketika bepergian, aku masih saja teriak-teriak, panjat pohon, main bola, dll. Ups!! Tapi pastinya sedikit berkurang, namanya juga proses (^_^).
Di akhir usia ini aku juga mulai mau mengenal pelembab, pembersih wajah, karena selama ini yang ku tahu hanya facial foam. Dan aku mulai menyukai warna-warna yang kalem terlebih warna pink yang dulu sangat ku benci.
Beranjak usia 17 tahun banyak sekali perubahan yang terjadi denganku. Mulai aku yang sudah tidak mahir lagi sepak bola, wall climbing, mulai menyukai musik yang kalem, dan menahan untuk berbicara keras, tak ketinggalan berat badanku menjadi 47 kg dengan ketinggian 155 cm. Dan di usia inilah aku beranikan diri untuk menerima cinta dari seorang lawan jenis yang bukan mahramku. Dan mungkin karena faktor ini juga aku menjadi seorang peremuan yang jauh berbeda dengan masa lampauku.
Next, di usiaku sekarang 18 tahun, aku pun banyak berbenah diri, mulai dari perawatan diri, dll. Meski masih saja ku pakai bedak tabur cusson, entah mengapa aku masih setia memakai bedak itu dan belum beranjak memakai bedak yang dipakai teman-teman seusiaku. Namun di usiaku ini aku mulai sedikit menanggalkan rokku, karena mungkin aku masih terkena korban mode yang lebih fashionable memakai celana, walaupun begitu aku bukan Nila yang dulu. Nila yang sekarang adalah Nila dengan julukan “Alay mode on” itu pun juga teman-teman yang kasih label seperti itu (^_^). Akan tetapi dalam keluargaku aku tetaplah Nila dengan sikap manisku, karena selama ini aku bersikap tomboy dan alay hanya ketika aku di luar rumah atau diluar pengetahuan keluarga, aneh memang dan aku juga bingung, hehe (^_^). Di usia ini aku lebih memilih sesuatu yang harus berprioritas tinggi ketimbang membuang waktu untuk bersenang-senang. Dan mulai mengerti bahwa setiap kehidupan itu harus disertai dengan usaha, hilangkan kata berpangku tangan. Akhir kata terima kasih kepada bu Diantini selaku dosen pengajar yang senantiasa membuka pikiran kami untuk selalu memperhatikan perkembangan calon peserta didik kami. Sukses selalu (^_^).
15 Desember 2011,
In lovely kamar on 00:12 WIB
laptop silihan temen.nebeng.com
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
23.39
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
>..Heeii,, Buat Seni Kerajinan Clay yuuukzz...
Kamis, 03 Maret 2011
Crabby Patty Shop
· Bahan :
© 4 sendok makan Tepung terigu
© 4 sendok makan Tepung tapioka
© 4 sendok makan Tepung beras
© 1,5 sendok makan Benzoat halus
© 1,5 sendok makan Tawas halus
© 5 sendok makan Lem kayu
© Air secukupnya
© Cat poster cukupnya
© Stick ice cream secukupnya
© 1 buah Kotak mika
· Alat :
© Alas plastik
© Wadah plastik
© Sendok makan
© Gelas air
© Kuas
© Pallet
· Langkah-langkah :
© Campurkan ketiga tepung ( terigu, tapioka, & beras ), tawas,& benzoat lalu aduk hingga rata.
© Setelah adonan tercampur rata, tambahkan air kedalam adonan lalu aduk kembali.
© Tambahkan lem kayu kedalam adonan lalu aduk kembali hingga seluruh bahan tercampur rata.
© Bentuk adonan menjadi mini burger. ( untuk adonan yang belum di bentuk, letakkan di dalam toples tertutup, supaya tidak mengeras, apabila adoanan tampak mengembun, buka toples & remas kembali adonan tersebut. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamur pada adonan ).
© Adonan yang sudah terbentuk lapisi dengan cat putih ( agar terihat mengkilat ) & tunggu sejenak hingga kering.
© Kemudian catlah mini burger tersebut menyerupai burger asli.
© Keringkan mini burger selama kurang lebih 2 hari.
© Sementara itu, susunlah stick ice cream menyerupai rak sepatu.
© Setelah mini burger kering, rekatkan & tata di rak tersebut.
© Setelah semua selesai, masukkan & burger mini rak + mini burger ke dalam kotak mika.
© Crabby Patty (burger) siap dipasarkan.
© Selamat mencoba
Crabby Patty Shop
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
02.30
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Aksi Saya-::_
*_Heeppi Adha Mubarak_*
Kamis, 10 Februari 2011
SERBA MINJEM EDITION…
18 Nov '10
Sponsor by Lepi silihan teman one bad <riendza>
At Umi Kultsum area
22.00 WUK <Waktu Umi Kultsum>
Dengan menyebut
ku memulai nggoresin polpen 2-ribuankesayanganQ diatas buku pinjaman adik-Q at Tuesday 16 Nov ’10, 19.09 WHS <Waktu Hape Saya>.
Hembb.., akhirnya bisa nulis juga, setelah sekian lama vakum dari persemaiaman khayalan.Q yang tak pernah tertumpahkan di atas benda yang pantas terinjaki.
Bener-bener inilah suasana yang q kangenin setelah ± 6 tahun aku nyaris nggak pernah sama sekali melihat ritual ini. Subhanalloh.., gila banget.., begitu nyejukin hati…hhuuuaaaaa…. ^.^ kerreeen banget…, arak-arakan oncor dan teriakan syahdu takbir menyeru pada Yang Esa. Ritual ini bukan hanya para kawula muda yang ngramein, tapi para ibuk-ibuk guru + PKK juga ikut gabung. Ahaaa.., tau gag seh…???, di KampungQ tercinta ni banyak banget version of takbirnya, mulai dari yang kalem, sampek super kalem, penuh semangat, dan yang paling beda, takbir ala rocker yang pling seru, meskipun aku agak RISI ngedengernya, tapi SENI kali yak nurut mereka hahahhah…. ^.^
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
20.10
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Aksi Saya-::_
10 Orang Terkaya di Indonesia
Kamis, 03 Februari 2011
Berikut daftar lengkap dari 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes:
1. R.Budi (69) dan Michael Hartono (71) dengan penghasilan 11 miliar dolar AS. Keduanya pewaris perusahaan rokok Djarum. Selain itu mereka mendapat pemasukan besar dari Bank Central Asia dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.
2. Susilo Wonowidjojo (54) dengan penghasilan delapan miliar dolar AS. Pemimpin pabrik rokok Gudang Garam milik keluarganya. Selain dari pabrik rokok, penghasilannya juga berumber dari perusahaan minyak kelapa sawit.
3. Eka Tjipta Widjaja (87) dengan penghasilan enam miliar dolar AS. Lebih dari separuh kekayaan ayah dari 15 anak ini berasal dari bisnis minyak sawit Golden Agri-Resources yang dijalankan anaknya, Franky.
4. Martua Sitorus (50) dengan penghasilan 3,2 miliar dolar AS. Ayah dari empat anak ini adalah pimpinan Wilmar International, pedagang minyak sawit besar di Asia.
5.Anthoni Salim (61) dengan penghasilan tiga miliar dolar AS. Dia pemimpin perusahaan keluarga Salim Group.
6. Sri Prakash Lohia (58) dengan penghasilan 2,65 miliar dolar AS. Orang India yang kini menjadi warga negara Indonesia dan mengendalikan Indorama Syntetics, pabrik poliester terbesar di Indonesia.
7. Low Tuck Kwong (62) dengan kekayaan 2,6 miliar dolar AS. Penghasilan pria kelahiran Singapura yang sekarang memiliki dua anak ini bersumber dari perusahaan batubara Bayan Resources.
8. Peter Sondakh (58) dengan penghasilan 2,4 miliar dolar AS.
9.Putera Sampoerna (63) dengan penghasilan 2,3 miliar dolar AS.
10. Aburizal Bakrie (64) dengan penghasilan 2,1 miliar dolar AS, utamanya dari batubara. Kekayaan Ical--nama sapaannya-- turun 0,4 miliar dari tahun lalu. Tahun 2009 kekayaannya 2,5 miliar dolar AS dan berada pada peringkat empat daftar 40 orang terkaya Indonesia.
.hmmm.., gag bisa bayangin kalau tiba-2 kelak ax masuk dalam bagian itu, waaaww....!!! its wonderful vho me, akan ax apa.in uang-2 itu....???, yang pasti gag ax kasi tau sekarang lah..,, hahah.., tapi yang jelas ax pengen walking-2 at njobo negoro, ammiiiinnn y Alloh............!!!
.DAN KAU...??? BAGAIMANA...???
.siapkah xm menjadi generasi selanjutnya..???
.so, jangan sia-siakan waktumu dunk..!! lets change the world with your creativity..!!!
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
19.29
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Aksi Saya-::_
” BarakAllahu Lakuma – Maher Zain”
Jumat, 24 Desember 2010
We’re here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever
Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
From now you’ll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure
We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter
Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله
بارك الله لكم ولنا
الله بارك لهما
الله أدم حبهما
الله صلّي وسلّم على رسول الله
الله تب علينا
الله ارض عنا
الله اهد خطانا
على سنة نبينا
Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
20.59
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Aksi Saya-::_
*_Be The Fairy Dunia dan Akhirat_*
Pernahkah terlintas dalam hatimu ya ukhti, saudariku muslimah untuk menjadi bidadari di dunia dan diakhirat nanti?.Pernahkah kau membayangkan betapa cantik dan anggunnya ia, menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa. Pernahkah engkau mengangankannya? Pernahkah engkau mengimpikannya? Tidakkah hatimu tergerak untuk segera meraihnya? Sesungguhnya bidadari dunia adalah ia para wanita yang shalihah, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia. Sosok yang merindukan keridhaan Allah dan rasul-Nya
Selalu terbayang dalam pelupuk matanya surga yang dijanjikan Allah menantinya dari pintu manapun ia suka, ia bisa memasukinya. Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan.
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
20.43
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Untukmu Para Wanita-::_
*_Di Pinang_*
Sabar dalam penantian
Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?
Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
20.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Untukmu Para Wanita-::_
*_Be Cewek Sholeha dunk..!!!_^
Posted by: adam on: 3 November 2007
In: Uncategorized Comment!
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah Subhanahuwata’ala
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
20.39
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Untukmu Para Wanita-::_
*_Berkebun untuk Hasilkan Listrik_*
Gambar simbol energi hijau
Tanaman menyerap energi matahari, kemudian meneruskannya pada bakteri yang membangkitkan listrik amat lemah. Eksperimen yang dilakukan adalah mengembangkan lebih lanjut teknik sel bahan bakar untuk pembangkit energi.
Di atap gedung pusat riset Universitas Wageningen di provinsi Gelderland, Belanda, dilakukan riset yang tidak lazim. Di bagian tepian atap terlihat dua bak berbentuk segiempat sama sisi yang masing-masing memuat 12 ember plastik berisi air dan lumpur. Di dalamnya para ilmuwan membudidayakan berbagai jenis rumput dan tanaman air lainnya. Tapi bukan budidaya tanamannya yang menjadi tema utama riset di Universitas Wageningen ini, melainkan simbiose antara tanaman dan bakteri untuk pembangkitan energi.
Berdasarkan Teori Lama
David Strik, pakar biokimia yang melakukan penelitiannya menjelaskan, "Kami di sini memiliki tanaman dan bakteri yang bekerjasama. Prinsipnya dapat diterangkan secara sederhana. Tanaman lewat fotosintesa memproduksi unsur Karbon, dan meneruskan hingga 40 persen unsur organik ini ke dalam tanah. Di sana hidup bermacam mikro-organisme, bakteri dan jamur yang hidup dari unsur organik dari tanaman itu. Kami membuat baterai biologis, dengan menancapkan dua elektrode, di lokasi di mana bakterinya tumbuh dan dapat memproduksi listrik."
Para ilmuwan di Belanda itu menerapkan pengetahuan yang sudah berumur setengah abad. Yakni, semua organisme dalam proses pencernaannya atau tepatnya dalam pembakaran glukosa di dalam tubuhnya, membangkitkan energi listrik lemah. Mayoritasnya dimanfaatkan untuk proses metabolisme tubuh sendiri.
Memanfaatkan Bakteri
Akan tetapi pada bakteri terjadi hal yang berbeda. Biasanya bakteri melepaskan energi listrik ini kepada Oksigen yang ada di udara. Dalam kondisi an-aerob atau tidak ada Oksigen, bakteri akan mencari unsur lainnya untuk menerima pelepasan energi listrik yang berlebihan dari hasil pencernaannya. Proses itu ditemukan oleh para ilmuwan dari Universitas Greifswald beberapa tahun lalu. Mereka kemudian mengembangkan apa yang disebut sel bahan bakar mikroba MFC.
Bakteri dalam sel bahan bakar mikroba hidup dalam sebuah larutan yang mengandung bahan makanan. Ke dalamnya dimasukkan dua elektroda. Bakteri hanya melepaskan energi listrik yang berlebihan langsung ke kutub negatif atau anoda. Listriknya kini dapat disalurkan. Namun pada sel bahan bakar mikroba MFC juga berlaku dalil, output tidak dapat lebih besar dari input. Dengan kata lain, agar pemasokan listrik berlangsung stabil dan kontinyu, bakterinya haru terus menerus diberi makan. Inilah tugas dari rumput yang ditanam di dalam ember yang ditempatkan di atap universitas Wageningen. Tanamannya tumbuh dalam larutan bahan makanan, dan menjamin pasokan glukosa secara kontinyu.
"Apa yang kami buat, pada dasarnya adalah sel pembangkit energi matahari alami. Tanaman menyerap energi matahari, dan meneruskannya kepada bakteri yang pada gilirannya memproduksi listrik. Jadi kami dipasok listrik 24 jam dalam sehari. Jika bakterinya masih ada, listrik terus diproduksi. Musim dingin tahun lalu, semuanya membeku dan seluruh sistemnya tidak berfungsi. Tapi segera setelah mencair lagi, listrik kembali ada," demikian dijelaskan David Strik.
Rencana Selanjutnya
Akan tetapi kapasitas pembangkitan listriknya sedikit berfluktuasi, tergantung dari kondisi hari, cuaca dan jenis tanamannya. Sebab setiap jenis tanaman memicu persyaratan kehidupan yang berbeda-beda untuk bakterinya. Daya listrik terbesar selama ini dibangkitkan oleh sejenis rumput yang biasanya tumbuh di tepian sungai atau kawasan perairan. Para peneliti mengamati, juga tanaman padi merupakan pembangkit energi yang cukup bagus.
"Setiap meter perseginya saat ini memproduksi 0,2 watt. Kami pikir dalam waktu tiga tahun ke depan dapat direalisasikan pembangkitan tiga watt per meter perseginya. Apa yang dapat kita lakukan dengan itu? Tiga watt adalah daya yang tepat, yang diperlukan untuk mengisi kembali aku telepon seluler," dikatakan David Strik.
Juga para peneliti energi memberikan gambaran pemanfaatan berikutnya dari arus listrik lemah yang dibangkitkan sel bahan bakan mikroba MFC. Misalnya untuk mengoperasikan penerangan dari diode emisi cahaya LED. David Strik menegaskan, ia akan memasarkan dan menjual hasil penelitian dan pengembangan ini. Ia telah mengambil alih patennya dari Universitas Wageningen dan mendirikan sebuah perusahaan swasta kecil bernama Plant-E. Rencana besarnya adalah, menanami seluruh permukaan atap Univerisat Wageningen dengan tumbuhan, untuk dapat membangkitkan listrik. David mengatakan, jika itu terwujud, maka untuk pertama kalinya diproduksi listrik paling hijau di dunia.
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
19.59
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Kudu' Tahu-::_
*_Paru-2 Dunia_*
Seri Hutan Indonesia
Indonesia memiliki kawasan hutan terbesar ke-tiga di dunia dan separuh cakupan lahan gambut di dunia. Namun disayangkan, Indonesia juga merupakan salah satu negara pe- nyumbang emisi terbesar, akibat deforestasi dan degradasi hutan serta lahan gambut. Setiap tahunnya, rata-rata lebih dari satu juta hektar tutupan hutan menghilang.
Qt mengajak Anda untuk mengenal berbagai masalah yang berhubungan dengan kondisi dan politik perhutanan serta dampaknya bagi lingkungan.
Sekolah Orangutan di Bukit Tigapuluh
Program reintroduksi atau sekolah orangutan, tempat di mana orangutan sitaan yang sudah terbiasa hidup dengan manusia belajar bagaimana cara bertahan hidup di alam liar.
Abrasi Pantai Utara Jawa
Kerusakan lingkungan yang dialami pesisir utara pulau Jawa, makin lama makin parah. Yang jadi musabab terutama adalah abrasi, pengikisan daratan oleh laut.
Kerajaan Kupu-kupu Bantimurung
Tidak ada penelitian yang membuktikan adanya kepunahan spesies kupu-kupu di Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tapi banyak orang menyatakan populasi berkurang.
Rusaknya Rumah Gajah Borneo
Gajah Borneo (Elephas Maximus Borneensis ) yang juga disebut Gajah Kerdil Kalimantan, akhir-akhir ini menampakan diri ke pemukiman warga kecamatan Sebuku, Kalimantan Timur. Padahal dulu eksistensinya pun diragukan.
Rehabilitasi Lahan Kritis di Biak
Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan atau Gerhan, sejak 2004 dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor-Provinsi Papua. Meski begitu, jumlah areal hutan kritis di Biak terus bertambah.
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
19.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Kudu' Tahu-::_
*_Ilmuwan Islam_*
Salman Al Farisi dikenal sebagai seorang seorang ulama yang berpengetahuan luas. Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad saw, dan dikenal dengan nama Abu Abdullah di kalangan para sahabat lainnya.
Beliau berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Ia adalah anak kesayangan ayahnya, seorang bupati di daerah itu. Salman mulanya adalah penganut Majusi yang taat hingga ia diserahi tugas sebagai penjaga api. Ketika menganut agamanya itu, ia mengalami pergolakan batin untuk mencari agama yang dapat menetramkan hatinya.
Suatu saat ia melewati sebuah gereja nasrani. Di dalamnya orang-orang nasrani sedang beribadah. Ia masuk ke dalam gereja itu dan memperhatikan apa yang mereka kerjakan, Salman menjadi kagum. Ia pun bertanya tentang asal agama mereka yang ternyata berasal dari Syria. Salman menceritakan hal ini kepada ayahnya dan mengatakan bahwa upacara kaum nasrani sungguh mengagumkan, lebih baik dari agama Majusi yang mereka anut. Lalu terjadilah diskusi antara Salman dan bapaknya, yang berujung masuknya Salman ke agama nasrani walau ditentang ayahnya. Ia pergi ke Hijaz, namun di sana ia ditangkap dan dipenjara.
Kepada orang-orang nasrani, Salman memberitahukan bahwa ia telah menganut agama mereka dan berpesan agar ia diberitahu jika ada rombongan dari Syiria yang datang. Setelah permintaannya dipenuhi ia pun meloloskan diri dari penjara dan bergabung dengan rombongan tersebut ke Syiria. Di Syiria ia tinggal sebagai pelayan bersama dengan seorang Uskup untuk belajar agama yang baru ia anut. Salman sangat mencintainya dan ketika menjelang wafat ia menanyakan kepada sang Uskup siapa yang harus ia hubungi sepeninggalnya. Lalu orang tersebut menceritakan tentang masa itu yang ternyata sudah dekat dengan kebangkitan seorang Nabi pengikut agama Ibrahim yang hanif, beserta tanda-tanda kenabian yang ada padanya termasuk tempat hijrahnya.
Suatu hari lewatlah rombongan berkendaraan dari jazirah Arab. Salman minta agar mereka mau memintanya membawa pergi ke negeri mereka dengan imbalan sapi-sapi dan kambing-kambing hasil jerih payahnya sebagai peternak. Permintaan tersebut dikabulkan. Namun ketika sampai di negeri yang bernama Wadil Qura, rombongan tersebut menganiaya Salman dan menjualnya kepada seorang Yahudi sebagai budak. Setelah beberapa lama, Salman dibeli oleh seorang Yahudi lain dari Bani Quraidhah dan dibawa ke Madinah. Sesampainya di Madinah Salman pun akhirnya yakin bahwa negeri ini adalah sebagaimana yang disebutkan kepadanya dulu.
Setelah mendengar kedatangan Rasulullah saw yang hijrah ke Madinah, Salman pun datang menjumpai beliau beberapa kali, dan ia mendapatkan semua tanda-tanda kenabian yang pernah diceritakan kepadanya. Hal ini membuat Salman yakin akan kebenaran Rasulullah saw dan menyatakan keislamannya. Namun statusnya sebagai budak telah menghalangi Salman untuk turut serta dalam perang Badar dan Uhud. Dengan bantuan finansial para sahabat, Salman pun akhirnya berhasil ditebus dan dimerdekakan.
Ketika terjadi perang Khandaq, kaum Muslimin di Madinah diserang oleh kekuatan gabungan anti Islam dari luar dan dari dalam. Pasukan Quraisy dan Ghathfan menyerbu Madinah dari luar sedangkan Yahudi Bani Quraidhah menyerang dari dalam. Melihat kondisi ini Salman menyarankan strategi perang Persia yang asing bagi bangsa Arab, yakni penggalian parit sepanjang daerah terbuka mengelilingi kota. Melihat ini, pasukan kaum kafir yang hendak menyerbu Madinah merasa terpukul dan dipaksa berkemah di luar kota Madinah hingga pada suatu malam Allah mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan mereka.
Salman adalah seorang yang taqwa, cerdas, dan bersahaja. Kendatipun dari golongan kelas atas dan seorang putera Persia, negeri yang terkenal dengan kemewahan, namun ia amat zuhud kepada dunia. Ketika menanti ajal, Sa'ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya dan ia dapati Salman menangis, teringat pesan Rasulullah saw: "Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara", sedangkan ia merasa hartanya masih banyak. Sa'ad mengatakan : "Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom."
Sekelumit kisah sang pencari kebenaran Salman Al Farisi ini mengandung banyak pelajaran. Kecintaan dari ayah, kedudukan terhormat sebagai anak pembesar dan penunggu api, serta kehidupan yang berkecukupan tidaklah menjadi tujuan tertinggi hidupnya. Kendatipun belum menjadi seorang muslim, Salman seakan memiliki pribadi yang hanif dengan fitrah yang bersih.
Dalam pencariannya itu, Salman mampu bersifat objektif dan mau mengakui kekurangan agama Majusi yang dianutnya dibandingkan agama nasrani yang kemudian dipeluknya. Ia pun tak segan-segan masuk Islam ketika Rasul yang ditunggu-tunggunya tiba. Salman merasa sangat bahagia memeluk agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Ia yakin bahwa kebenaran adalah dari Allah swt, dan ajaran Islam lah yang patut diikuti sekaligus mampu menentramkan hatinya. Wallahu'alam.
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
19.19
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Kudu' Tahu-::_
*_Sastrawan Euy_*
Kamis, 02 Desember 2010
Mohammad Diponegoro dilahirkan pada 28 Juni 1928, di Yogyakarta. Ia menyelesaikan pendidikannya di HIS Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 1942; SMP Muhammadiyah Yogyakarta tahun 1954; dan SMA “B” Negeri Yogyakarta tahun 1950. Setelah itu, ia melanjutkan ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Bandung, tetapi hanya setahun. Kemudian atas anjuran dokter, ia pindah ke Universitas Gadjah Mada, Fakultas H.E.S.P. jurusan Ekonomi.
Pada tahun 1964, ia belajar ke Nippon Bunka Gakuin tingkat Sho-kyu- ranking I dan dikirim ke Jepang selama 6 bulan; dan pada tahun 1969, kembali ke Universitas Gadjah Mada, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Hubungan Internasional sampai tingkat III. Selain itu, ia juga mengikuti beberapa kursus, menguasai beberapa bahasa asing, seperti Inggris, Arab, Jepang, dan Belanda, serta pernah menjadi santri di Pondok Modern Gontor, Ponorogo.
Pada masa revolusi kemerdekaan, ia turut aktif dalam bidang kemiliteran. Sekitar April sampai Juni 1945 mengikuti latihan kemiliteran di Cibarusa, Jawa Barat. Selain itu, pernah menjadi opsir TRI (Tentara Rakyat Indonesia) dengan pangkat letnan dua, menjabat dalam Staf Resimen Ontowiryo (TNI Masyarakat), dan memegang pimpinan Komandan Seksi sampai tahun 1947.
Pada tahun 1951, ia menjadi guru tidak tetap dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Dinas Penyempurnaan Pengetahuan dan Keahlian Staf “A” Angkatan Darat di Bandung. Pada tahun 1955, ia melawat ke Amerika Serikat dalam rangka penelitian tentang Youth Activities dan Youth Leaders’ Grant dari USIS. Sepulangnya dari Amerika, ia mengunjungi Inggris, Belanda, Prancis, Mesir, Pakistan, dan Singapura. Pada tahun 1959, ia bekerja di USIS sebagai wakil direktur Jefferson Library Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1964, ia mengunjungi Jepang dan Filipina.
Di bidang jurnalistik, ia pernah duduk dalam redaksi majalah Tunas, yang diterbitkan oleh PII (Pelajar Islam Indonesia) pada tahun 1947-1950; kemudian dalam redaksi majalah Media, yang diterbitkan oleh HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) pada tahun 1955; dan redaksi majalah Misykah, yang diterbitkan oleh H.P.S.I. (Himpunan Peminat Sastra Islam) pada tahun 1960.
Pada bulan Juni 1965, ia duduk dalam redaksi majalah Suara Muhammadiyah, yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1975, ia diangkat menjadi wakil pemimpin redaksi/wakil pemimpin umum majalah itu sebagai pengasuh ruang cerita pendek, sajak, rubrik opini, karikatur, dan pembaca menulis. Sebagai pengasuh rubrik “English Column”, ia menggunakan nama samaran Ben Hashem.
Di samping sebagai sastrawan dan wartawan, ia juga pelukis batik, fotografer, dan sering menjadi juri deklamasi sajak, serta juri sayembara drama televisi dan radio. Selain itu, ia pun gemar musik, bahkan menguasai beberapa alat musik, seperti piano, gitar, dan biola, serta pernah mencipta syair lagu. Syair-syair lagu ciptaannya, antara lain Mars Aisyiyah (lagu oleh M. Irsyad) dan Bidan Prajurit Islam, sebuah gubahannya untuk siswa Sekolah Bidan P.K.U. (Pusat Kesejahteraan Umum) Muhammadiyah. Namanya juga tercatat sebagai anggota B.K.K.I.I. (Badan Kongres Kebudayaan Islam Indonesia).
Mohammad Diponegoro sudah aktif menulis sejak tahun lima puluhan. Ia banyak menulis dan menyadur cerita pendek, drama, sajak, esai, dan terkenal karena usahanya mempuitisasikan terjemahan al-Qur’an.
Karya-karyanya tersebar di berbagai majalah dan harian, seperti Budaya, Budaya Jaya, Gajah Mada, Gema Islam, Horison, Indonesia, Kartini, Kisah, Kompas, Media, Minggu Pagi, Misykah, Moderna, Panji Masyarakat, Siasat, Suara Muhammadiyah, Suara Ummat, dan Tunas.
Sumbangannya terhadap dunia kesusastraan Indonesia, terutama adalah cerpen-cerpen yang dihasilkannya. Selama hidupnya, tidak kurang dari lima ratus buah cerita pendek telah ditulisnya, baik asli, terjemahan, maupun saduran.
Cerpen-cerpen yang dihasilkannya itu tidak hanya disebarkan melalui majalah dan harian, tetapi juga disiarkan melalui radio. Sejak tahun 1969, ia membuat rekaman cerita pendek untuk disiarkan pada Radio ABC Siaran Bahasa Indonesia, Melbourne, Australia, pada setiap hari Rabu malam. Hal itu berlangsung tidak kurang dari sepuluh tahun lamanya. Karena itu, tidak mustahil jika cerpen-cerpen yang dihasilkannya mencapai jumlah seperti disebutkan di atas. Selain itu, ia juga membacakan cerpen-cerpennya dalam ruang cerita pendek di RRI Studio Nusantara II Yogyakarta, pada setiap Minggu pagi.
Akan tetapi, dari lima ratus buah cerita pendek yang dihasilkannya, hanya beberapa judul saja yang berhasil diperoleh. Cerpen-cerpen itu terdapat dalam majalah Gema Islam, Horison, Indonesia, Kartini, Kisah, Media, Suara Muhammadiyah, dan harian Kompas.
Cerpen “Potret Seorang Prajurit” dimuat kembali bersama karya-karya pengarang lainnya dalam Laut Biru Langit Biru (Pustaka Jaya, 1977), sebuah bunga rampai yang disusun oleh Ajip Rosidi. Dua cerpennya “Kadis” dan “Cubit Sejimpit” memenangkan hadiah pertama Lomba Penulisan Cerpen dan Cerpen Humor yang diselenggarakan oleh majalah Kartini pada tahun 1980. Cerpen “Kadis” dimuat kembali dalam majalah sastra Horison edisi bulan Ramadhan, tahun XIX, nomor 6, Juni 1984 dan edisi bulan .....
Mohammad Diponegoro juga dikenal sebagai dramawan, baik sebagai penulis cerita, sutradara, dan kadang-kadang sebagai pemain. Sebagai penulis cerita, ia menghasilkan sebuah karya asli berjudul Iblis, sebuah lakon drama yang ditulisnya pada tahun 1961. Naskah itu kini telah diterbitkan dalam bentuk buku oleh Pustaka Panjimas pada tahun 1983.
Drama Iblis dipentaskan pertama kalinya pada 25 September 1961 di gedung Chung Hwa Chung Hui Yogyakarta. Hari pementasan itu kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Teater Muslim, yang semula bernama B.K.K.I.Y. (Badan Koordinasi Kebudayaan Islam Indonesia Yogyakarta). Ia menjadi ketuanya selama empat tahun (1961-1965), dan seterusnya menjadi penasihat.
Di samping karya aslinya, ia pun menyadur dan menerjemahkan naskah-naskah drama asing, seperti Desire under the Elms (O’Neill), The Death of Odysseus (Lionel Abel), The Death Trap atau Jebakan Maut (Saki/H.H. Moenro), Fortune Writes a Letter (Theodor Apstein), The Miracle of the Danube (Maxwell Anderson), serta dua buah saduran dari karya Tennessee William, yaitu Labbaika, Ya Rabbi, Labbaika dan Surat Kepada Gubernur.
Surat Kepada Gubernur disiarkan oleh TVRI pada 11 Mei 1982 dengan judul Surat dari Fatimah, dimainkan oleh Teater Angka.
Dalam bidang penulisan sajak, sebenarnya ia tidak begitu menonjol, sebab hanya beberapa sajak saja yang dihasilkannya, baik asli maupun terjemahan. Karya-karyanya dalam bentuk sajak dimuat dalam majalah Gajah Mada, Media, Panji Masyarakat, dan Siasat.
Sebuah sajaknya yang berjudul “Balada Nyawa Saringan”, sebelumnya dimuat dalam majalah Suara Muhammadiyah sebagai cerita pendek, diterbitkan secara khusus dalam rangka memperingati ulang tahun Teater Muslim ke delapan belas.
Mohammad Diponegoro terkenal karena usahanya mempuitisasikan terjemahan al-Qur’an. Karya-karya puitisasi terjemahan al-Qur’an yang dibuat oleh Mohammad Diponegoro dimuat dalam majalah Gema Islam, Horison, Indonesia, Media, dan Suara Muhammadiyah.
Selain itu, karya-karyanya dibukukan bersama ciptaan tujuh penyair lainnya, yakni Armaya, Djamil Suherman, Goenawan Mohamad, Hartojo Andangdjaja, M. Saribi Afn, Taufiq A.G. Ismail, dan M. Yoesmanam dalam Manifestasi (Tintamas, 1964), serta bersama Djamil Suherman dan Kaswanda Saleh dalam Kabar dari Langit. Di samping itu juga diterbitkan secara khusus oleh majalah Budaya Jaya dalam Pekabaran (1977), dan oleh majalah Suara Muhammadiyah dalam Puitisasi Terjemahan al-Qur’an Juz 29 (1978). Kemudian keduanya diterbitkan oleh 2D dalam Kabar Wigati (juz 29 dan 30).
Salah satu karya puitisasi terjemahan al-Qur’an juz 29 yang berjudul “Kalam”, dimuat kembali sebagai penutup dari serangkaian ceramah terpilih “Ramadhan in Campus” 1402 H/1982 M Jamaah Shalahuddin, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dalam Mencari Generasi Qur’ani (Shalahuddin Press, 1982).
Di samping karya-karyanya dalam bentuk cerita pendek, drama, sajak, dan puitisasi terjemahan al-Qur’an, ia juga banyak menulis esai, baik asli maupun saduran. Esai-esainya dimuat dalam majalah Budaya, Budaya Jaya, Media, dan Suara Muhammadiyah. Salah satu esainya yang berjudul “Sebuah Konsep Individualitas: Percobaan Memahami Cita Iqbal tentang Manusia” dibacakan dalam acara Peringatan Iqbal di Taman Ismail Marzuki pada 24 April 1972. Esai itu kemudian dimuat dalam majalah Budaya Jaya, dan diterbitkan dalam Percik-percik Pemikiran Iqbal (Shalahuddin Press, Desember 1983) bersama karya Ahmad Syafii Maarif.
Esai lainnya yang berjudul “Muhammad Asad Duta Islam Masa Kini”, yang pernah dimuat dalam majalah Suara Muhammadiyah, diterbitkan kembali dalam Duta Islam untuk Dunia Modern (Shalahuddin Press, September 1983), juga bersama tulisan Ahmad Syafii Maarif.
Selain itu, Mohammad Diponegoro juga telah menyusun serangkaian karangan tentang teknik penulisan cerita pendek dan artikel. Tulisan itu dimuat secara berturut-turut dalam majalah Suara Muhammadiyah pada setiap nomor ganjil. Akan tetapi, karangannya tentang teknik penulisan artikel hanya mencapai tiga bagian. Pada 9 Mei 1982, sastrawan itu telah menutup mata untuk selama-lamanya, dalam usia hampir mencapai lima puluh empat tahun, di Rumah Sakit Pusat Kesejahteraan Umum Muhammadiyah, Yogyakarta.
Siklus (Pustaka Jaya, 1975) adalah novel satu-satunya yang ditulis oleh Mohammad Diponegoro. Dengan satu novel itu saja, ia telah membuktikan kemampuannya sebagai penulis cerita yang berpengalaman.
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
05.04
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Kudu' Tahu-::_
*_mOtiVation just 4 u_*
Kamis, 11 November 2010
Kamu pasti bisa seperti mereka…!!!
Susan Boyle. Semua orang tidak mempercayainya..
tapi Susan Boyle tidak berhenti bermimpi..
Dia adalah seorang pengangguran yang mempunya mimpi menjadi penyanyi terkenal.
Ketika mengikuti kontes Britain's Got Talent, awalnya semua orang menertawakannya,
tapi ternyata suaranya dapat memukau penonton.
Hanya 9 hari setelah audisi, video di atas telah ditonton sebanyak 100 juta kali!
Walau akhirnya dia hanya menempati posisi kedua di kontes tersebut, namun
album nya yang diluncurkan pada November 2009 telah menjadi
Amazon's best selling album in pre-sales!
tapi Susan Boyle tidak berhenti bermimpi..
Dia adalah seorang pengangguran yang mempunya mimpi menjadi penyanyi terkenal.
Ketika mengikuti kontes Britain's Got Talent, awalnya semua orang menertawakannya,
tapi ternyata suaranya dapat memukau penonton.
Hanya 9 hari setelah audisi, video di atas telah ditonton sebanyak 100 juta kali!
Walau akhirnya dia hanya menempati posisi kedua di kontes tersebut, namun
album nya yang diluncurkan pada November 2009 telah menjadi
Amazon's best selling album in pre-sales!
FAKTA: S.e.m.u.a k.e.s.u.k.s.e.s.a.n d.i.m.u.l.a.i d.a.r.i b.e.r.m.i.m.p.i……..
To accomplish great things,
we must not only act,
but also dream; not only plan, but also believe.
Let’s get you’re stars right now…!!!
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
01.23
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Motivasi-::_
*_Jepret Qt_*
Sabtu, 06 November 2010
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
05.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Motivasi-::_
*_Aisyah wanita yang ditampakkan oleh surga_*
Rabu, 03 November 2010
Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.
Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.
Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya.
Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?” Mereka menyanjungnya.Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka,“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku.” Berkatalah mereka kepadanya,“Bunuhlah dia!”
Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.
Dimulailah siksaan itu, Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Subhanallah…saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.
Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya.
Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.
Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an,
“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)
Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya, maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya.
Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang tak berperikemanusiaan.
Saudariku..tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan.
Saudariku..tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak malu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala, surga dan kenikmatannya.
Saudariku…jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan.
Penulis: Ummu Uwais Herlani Clara Sidi Pratiwi
14 Wanita Mulia dalam sejarah Islam karya Azhari Ahmad Mahmud
Diposting oleh
Ncuss asyik
di
05.42
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
_::-Untukmu Para Wanita-::_
Langganan:
Postingan (Atom)









